10 Peradaban Kuno Yang Hancur Dalam Semalam
Istilah peradaban sering kita pakai untuk menunjukkan pendapat dan
penilaian pada perkembangan suatu kebudayaan di masa lalu. Di masa lalu
tersebut peradaban-peradaban pernah mencapai puncak kejayaannya dengan
menghasilkan berbagai budaya dan seni yang sangat indah.
Kerja keras dari penduduk di masa lalu ternyata telah menciptakan suatu
peradaban yang lebih maju dan telah menjadi simbol yang sangat kuat kala
itu. Dan memerlukan waktu yang sangat lama untuk menciptakan suatu
peradaban yang benar benar maju dan diakui oleh peradaban lain.
Ada banyak sekali peradaban dunia yang telah dibangun oleh manusia jaman
dulu. Ada yang masih bertahan sampai sekarang ada pula yang sudah tiada
(hancur) yang hanya meninggalkan sejarah saja. Hancurnya suatu
peradaban bisa di sebabkan oleh banyak faktor salah satunya bencana alam
yang mana hanya dalam hitungan hari bencana alam bisa membuat sebuah
peradaban hancur tanpa sisa.
Berikut AnakRegular informasikan beragam peradaban kuno yang indah namun hancur dalam waktu semalam.
Peradaban Thonis
Kota Thonis, di Mesir dekat Alexandria, dulunya menjadi pelabuhan utama
Mesir dan salah satu kota pelabuhan yang paling penting di dunia. Thonis
berkembang dari abad ke 6 sampai 4 SM. Legenda bahkan mengatakan Helen
of Troy dan Heracles pernah menunjungi kota ini.
Namun pada suatu saat semua itu berakhir begitu saja. Peneliti percaya
bahwa Thonis tenggelam akibat gempa bumi besar atau mungkin banjir
bandang. Kota ini sempat hilang dan terlupakan selama berabad-abad
sampai arkeolog Perancis, Franck Goddio, menemukan reruntuhan kota pada
tahun 2000.
Kota Kuno Akrotiri
Akrotiri adalah nama dari sebuah pemukiman untuk kaum Minoan di
Yunani. Sementara bangsa lainnya masih tinggal di pondok-pondok dan
saling menghancurkan satu sama lain dengan kapak batu, bangsa Minoan
sudah menciptakan sebuah kerajaan yang sangat maju dan bertahan hingga
beribu-ribu tahun lamanya sebelum akhirnya hancur hanya dalam waktu semalam.
Gunung berapi Thera meletus dengan kekuatan sebanding dengan empat
gunung Krakatau. Kota ini langsung di hujani abu dan dilanda tsunami
yang menghancurkan bangunan sampai berkeping-keping. Tanaman hancur,
matahari tak bersinar dan seluruh peradaban Minoan ikut menjadi abu.
Peradaban Loulan
Saat ini Loulan dibanjiri oleh para turis di Cina karena nilai
sejarahnya. Tapi apa yang terjadi pada kota ini pada zaman dahulu kala
sampai kota ini menjadi puing-puing seperti yang dapat dilihat sekarang?
Singkatnya, Loulan merupakan titik penting sepanjang Jalan Sutra.
Karena ini juga lah Loulan menjadi kota yang kaya dan subur, dan juga
merupakan rumah bagi 14 ribu orang. Namun pada abad ke 7, Loulan menjadi
kota mati dan ditinggalkan begitu saja oleh penduduknya. Serangan badai
pasir dahsyat mengeringkan oasis dan sungai kota ini sehingga para
warga bermigrasi ke tempat lain.
Kota Kuno Mohenjo Daro
Kota kuno Mohenjo Daro ditemukan di Pakistan pada tahun 1911. Semua
bukti atau reruntuhan yang ada menunjukkan bahwa kota ini sangat canggih
dan maju di masanya yaitu zaman 2.500 SM – 1.900 SM. Jalan-jalannya
terencana dan didukung oleh sistem pembuangan air yang kompleks, dan
seluruh kota tampaknya sangat mementingkan kebersihan.
Sebenarnya masih sebuah misteri tentang apa yang terjadi pada penduduk
kota tersebut. Tidak ada tanda-tanda kota ini diserang bangsa lain,
dilanda banjir ataupun bencana alam lainnya. Penduduk Mohenjo Daro
menghilang begitu saja.
Peradaban Ubar
Pada tahun 1980-an, arkeolog dengan menggunakan satelit NASA dan
super-radar menemukan sisa-sisa peradaban Ubar di gurun Rub ‘al Khali di
Semenanjung Arab. Ubar merupakan kota yang sangat penting pada masa
jayanya dan satu-satunya kota yang mempunyai akses ke air di tengah
gurun.
Selama sekitar 5.000 tahun, orang-orang dari Persia, Yunani dan Roma
berkumpul di sana untuk membeli komoditas utamanya yaitu kemenyan.
Antara tahun 300 dan 500 M, kota ini runtuh masuk ke dalam sinkhole atau
lubang yang tiba-tiba terbentuk. Seiring berjalannya waktu, gua di
bawah kota Ubar menjadi semakin kering sampai atap guanya rapuh dan
hancur, menenggelamkan kota di atasnya. Kalaupun ada yang selamat,
mereka pun akan mati kelaparan terperangkap di dalam bumi.
Kota Kuno Port Royal
Port Royal yang terletak di Jamaika ini sempat menjadi surga bagi para
bajak laut. Populasinya diisi dengan orang-orang yang gemar berkelahi,
pembunuh, pelacur dan orang paling keji yang pernah ada. Sebenarnya Port
Royal itu sendiri merupakan pulau yang indah namun harus berakhir
mengerikan.
Alam mengambil cara yang sadis untuk menghancurkan kota ini, pertama
dengan gempa bumi besar. Lalu laut menenggelamkan kota ini, dan terakhir
sekitar setengah dari populasi yang selamat mati karena penyakit. Saat
gempa bumi dan tsunami datang di tahun 1692, hampir keseluruhan dari
Port Royal tenggelam hanya dalam waktu 2 menit saja.
Peradaban Petra
Tidak sulit untuk memahami mengapa Petra adalah salah satu situs
arkeologi yang paling terkenal di dunia. Kota yang terletak di Jordan
ini ditutupi oleh pegunungan dan tebing yang terjal, Petra sendiri pun
diukir dari tebing besar sekitar 2000 tahun yang lalu oleh bangsa
Nabataeans.
Meskipun lokasinya di gurun, sistem air Petra sangat canggih membuat
kota ini dapat berkembang menjadi pusat rute perdagangan utama yang
menghubungkan China, India, Mediterania dan Timur Tengah. Petra akhirnya
berada di bawah kekuasaan Romawi, dan serangkaian gempa kuat membuatnya
ditinggalkan oleh para penduduknya.
Kota Kuno Helike
Helike adalah kota lain di Yunani yang terkena oleh bencana alam. Selama
lima hari pada zaman 373 SM, penduduk melihat ular dan tikus bermigrasi
mencari tanah yang lebih tinggi lagi. Dan pada hari kelima, penduduk
mulai melaporkan adanya cahaya api besar di langit yang sekarang dikenal
sebagai earthquake lights.
Kota Helike dan semua penduduknya ditelan oleh bumi hanya untuk
selanjutnya ditenggelamkan lagi oleh air laguna. Untuk lebih jelasnya
atas apa yang terjadi, pasir kota ini menjadi cair dan menyeret seluruh
kota masuk ke dalamnya. Runtuhnya kota begitu kuat sampai mengirim
gelombang ke laut, yang segera memantul kembali kepada mereka dalam
bentuk tsunami.
Peradaban Pompeii
Merupakan salah satu kota Romawi kuno yang paling terkenal di dunia
karena budayanya, dan juga karena apa yang terjadi pada akhir
peradabannya. Pompeii adalah kota paling tak bermoral yang pernah ada,
perzinahan dan percabulan sudah biasa terjadi di dalam kota ini.
Hubungan sesama jenis atau bahkan hubungan sedarah juga banyak terjadi.
Suatu hari di tahun 79 M, gunung berapi Vesuvius memuntahkan abunya dan
meletus sekitar 24 jam kemudian. Abu putih panas meniup kota dengan
kecepatan angin sekitar 900 mph. Hujan api turun dari langit. Ribuan
orang tewas seketika dan tubuh mereka diawetkan oleh lapisan abu. Bahkan
arkeolog menemukan tubuh mereka masih dalam posisi berhubungan badan.
Kota Kuno Urgench
Urgench terletak di sungai Amu-Darya di Uzbekistan, Ürgenç atau Urgench
adalah salah satu kota terbesar lainnya di Jalur Sutra. Abad ke-13 ke-12
merupakan zaman keemasan Ürgenç, karena menjadi ibukota kekaisaran Asia
Tengah Khwarezm. Pada tahun 1221, Genghis Khan meratakan Urgench tanpa
ampun. Wanita muda dan anak-anak dijadikan budak oleh para tentara
Mongol, dan sisanya dibantai.
Nah itulah sepuluh peradaban kuno yang hancur dalam semalam.
Memang tidak ada yang menyangka dan mengira sekuat apapun atau semaju
apapun suatu peradaban jika sudah waktunya hancur, hal tersebut tidak
bisa dihindari.
Tapi satu yang pasti suatu peradaban yang pernah ada dan kini telah
menjadi sejarah telam memberikan kita penglihatan akan masa lalu dimana
manusia sudah menjadi manusia sosial. Manusia yang tidak bisa hidup
sendiri dan selalu membutuhkan orang lain.
Dan kini peradaban yang tinggal bangunan dan sejarah telah menjadi wahana wisata yang paling banyak di kunjungi oleh wisatawan.










Tidak ada komentar:
Posting Komentar